Selasa, 04 September 2007

Penanganan Sampah

1. Kebijakan Pemerintah

Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan hukum untuk menangani masalah sampah,tidak hanya untuk kota-kota besar melainkan juga untuk seluruh wilayah di Indonesia. Jika ketertiban hanya berlaku di kota sementara di pedesaan tidak, maka ketertiban di kota tidak akan tercapai karena penduduk yang mengadakan perjalanan atau adanya urbanisasi ke kota belum memahaminya.

Saat ini beberapa kota besar telah ada peringatan yang cukup memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya kebersihan dan ketertiban dalam membuang sampah.

Akan tetapi karena pelaksanaan hukum tersebut masih jarang dilaksanakan maka orang-orang yang melanggarnya masih tetap banyak. Untuk menguranginya diperlukan upaya penegakan hukum yakni memberikan sanksi secara nyata dan konsekuen kepada mereka yang melanggarnya.

Kebijakan lain yang perlu dikembangkan adalah diadakannya lomba kebersihan lingkungan pada bulan tertentu. Disamping itu pemerintah perlu memperbanyak tempat pembuangan sampah dijalan-jalan, di pasar, tempat-tempat keramaian, di depan pertokoan, agar masyarakat yang sedang berjalan dengan mudah dapat membuang sampahnya.

Pemerintah juga telah menempatkan tempat pembuangan akhir yang dikenal sebagai (TPA) ditempatkan diseluruh wilayah yang akan diratakan (jadi sampah tempat urugan), yang jauh dari pemukiman.

2. Untuk Kompos

Sampah dapat didaur ulang untuk dijadikan kompos. Proses pembentukan kompos dilakukan oleh mikroorganisme. Sampah yang dapat dijadikan kompos adalah sampah-sampah organik. Sebelum pengomposan, sampah organik dipisahkan terlebih dahulu dari sampah anorganik. Di Negara Belanda industri pengolahan kompos merupakan industri yang menguntungkan serta merupakan upaya penyelamatan lingkungan.

Di Indonesia pembuatan kompos dalam sekala besar masih jarang dilakukan. Umumnya pembuatan kompos dilakukan dalam skala kecil dan tidak dikomersialkan. Padahal proses pembuatannya sederhana, namun menghasilkan kompos yang murah, dapat menyuburkan mengemburkan tanah. Sementara itu pupuk buatan dapat menyababkan tanah menjadi asam, keras dan mencemari lingkungan.

3. Untuk bahan Bakar

Di Negara maju sampah diolah menjadi bahan bakar, terutama untuk industri pemanfaatan sampah yang demikian dapat menggantikan sebanyak 20% dari kebutuhan batubara industri tersebut.

4. Untuk bahan Makanan Ternak

Sampah organik yang berasal dari kegiatan pertanian begitu sering kali dibuang begitu saja, padahal sampah demikian dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Sampah yang demikian misalnya jerami, biji-bijian, tangkai sayuran, ampas tebu, buah-buahan, dan dedaunan dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, setelah pemprosesan dan ditambah dengan bahan bergizi. Sampah tersebut merupakan sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral.

5. Pendaurulangan Sampah

Pendaurulangan sampah (recycle) merupakan upaya untuk mengurangi sampah dan menghemat sumber daya alam. Sampah logam yang berasal dari rongsokan alat-alat dapat diolah lagi menjadi produk metal lainnya. Botol-botol dari kaca, dapat diolah kembali menjadi produk kaca yang lain. Beberapa industri rumah tangga memanfaatkan bahan bekas dari kaca tersebut. Untuk perhiasan,hiasan dan sebagainya.

Sampah plastik dapat diolah menjadi produk plastik lain misalnya dijadikan pigura, penggaris, kantong plastik, tas, pot dsb. Sampah kertas dapat didaur ulang menjadi kertas yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Penggunaan ulang (reuse) sampah dapat dilakukan terhadap sampah anorganik, bahan kertas dan metal. Misalnya kaleng bekas kue diubah fungsinya menjadi tempat gula, wadah plastik digunakan untuk pot, kotak karton untuk tempat pensil, dan seterusnya.

2. Industri

Selain menghasilkan output berupa produk yang berguna, industri juga menghasilkan sampah sebagai hasil samping dari produknya, baik berupa padat, cair maupun gas. Dengan demikian sudah selayaknya jika industri tidak hanya memfokuskan perhatian pada produk saja, yang jelas memberikan keuntungan, tetapi juga bertanggung jawab untuk menangani kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh proses produksinya. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan oleh industri, antara lain :

- Penghematan sumber daya alam

- Lebih mengutamakan pengguna sumber daya alam terbaru

- Mengutamakan pembuatan produk yang tahan lama/awet

- Menggunakan kemasan yang dapat dipakai/didaur ulang sampah yang dihasilkan sebagai hasil samping produk

- Mengupayakan teknologi subsitusi, teknologi bersih

3. Perdagangan

Di kota-kota besar para pemilik toko atau swalayan berlomba mendisain tas plastik pembungkus seindah mungkin walaupu harus mengeluarkan biaya lebih. Kemudian tas ini menjadi tanggung jawab konsumen dalam pembuangan maupun pemakaian selanjutnya pemakaian semacam ini harus berangsur diubah karena menyebabkan sampah plastik yang beredar di masyarakat semakin besar. Sampah perdagangan seperti halnya plastik pembungkus ini adalah tanggung jawab pemilik toko atau swalayan. Para pedagang ini dapat membentuk mitra kerja dalam mengumpulkan sampah untuk digunakan lagi atau didaur ulang. Jika hal ini dapat dilakukan ada beberapa hal yang bisa dinikmati, yaitu :

- Biaya baku plastik kurang, yang berarti juga penghematan sumber daya alam

- Terciptanya lapangan kerja bagi pemulung

- Terciptanya suasana lingkungan yang bersih

- Konsumen akan lebih menghargai dan lebih suka membeli barang-barang dari perusahaan yang berorientasi lingkungan.

4. Biogas

Para petani selalu mencari jalan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Salah satu cara meningkatkan taraf hidup ialah dengan cara membuat bahan bakar untuk memasak. Dewasa ini banyak petani membuat bahan bakar biogas berskala kecil dirumah. Biogas adalah gas-gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar yang dihasilkan dari proses pembungkusan sampah organik secara anaerobik. Bahan baku dapat diambil dari kotoran hewan atau bahan sisa-sisa tanaman atau campuran dari keduanya. Secara garis besar, biogas dapat dibuat dengan mencampur sampah organik dengan air kemudian dimasukkan kedalam tempat yang kedap udara. Selanjutnya dibiarkan selama kurang 2 minggu.

Dengan adanya pembuatan biogas dari sampah maka mempunyai kelebihan antara lain :

- Mengurangi jumlah sampah

- Menghemat energi dan merupakan sumber energi yang tidak merusak lingkungan

- Nyala api bahan bakar biogas ini terang/bersih, tidak berasap seperti arang kayu atau kayu bakar. Dengan menggunakan biogas, dapur serta makanan akan tetap bersih.

- Residu dari biogas dapat dimanfaatkan untuk pupuk ladang.

5. Sanitary Landfill

Ini merupakan salah satu metoda pengolahan sampah terkontrol dengan system sanitasi yang baik. Sampah dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Kemudian sampah dipadatkan dengan traktor dan selanjutnya di tutup tanah. Cara ini akan menghilangkan polusi udara. Pada bagian dasar tempat tersebut dilengkapi system saluran leachate yang berfungsi sebagai saluran limbah cair sampah yang harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai atau ke lingkngan. Di Sanitary Landfill tersebut juga dipasang pipa gas untuk mengalirkan gas hasil aktifitas penguraian sampah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam sanitary landfill, yaitu :

- Semua landfill adalah warisan bagi generasi mendatang.

- Memerlukan lahan yang luas

- Penyediaan dan pemilihan lokasi pembuangan harus memperhatikan dampak lingkungan.

- Aspek sosial harus mendapat perhatian.

- Harus dipersiapkan instalasi drainase dan sistem pengumpulan asap.

- Kebocoran ke dalam sumber air tidak dapat ditolerir (kontaminasi dengan zat-zat beracun)

- Memerlukan pemantauan yang terus menerus.

Sumber : Modul PLH

Dampak Sampah Terhadap Lingkungan

Uraian materi

Pembuangan sampah yang tidak memenuhi persyaratan dapat menimbulkan dampak negative pada lingkungan. Dampak yang ditimbulkan sampah antara lain :

  1. Pencemaran Lingkungan

Sampah dari berbagai sumber dapat mencemari lingkungan, baik lingkungan darat, udara maupun perairan. Pencemaran darat yang dapat ditimbulkan oleh sampah misalnya ditinjau dari segi kesehatan sebagai tempat bersarang dan menyebarnya bibit penyakit, sedangkan ditinjau dari segi keindahan, tentu saja menurunnya estetika (tidak sedap dipandang mata).

Macam pencemaran udara yang ditimbulkannya misalnya mengeluarkan bau yang tidak sedap, debu gas-gas beracun. Pembakaran sampah dapat meningkatkan karbonmonoksida (CO), karbondioksida (CO2) nitrogen-monoksida (NO), gas belerang, amoniak dan asap di udara. Asap di udara, asap yang ditimbulkan dari bahan plastik ada yang bersifat karsinogen, artinya dapat menimbulkan kanker, berhati-hatilah dalam membakar sampah.

Macam pencemarann perairan yang ditimbulkan oleh sampah misalnya terjadinya perubahan warna dan bau pada air sungai, penyebaran bahan kimia dan mikroorganisme yang terbawa air hujan dan meresapnya bahan-bahan berbahaya sehingga mencemari sumur dan sumber air. Bahan-bahan pencemar yang masuk kedalam air tanah dapat muncul ke permukaan tanah melalui air sumur penduduk dan mata air. Jika bahan pencemar itu berupa B3 (bahan berbahaya dan beracun) mislnya air raksa (merkuri), chrom, timbale, cadmium, maka akan berbahaya bagi manusia, karena dapat menyebabkan gangguan pada syaraf, cacat pada bayi, kerusakan sel-sel hati atau ginjal. Baterai bekas (untuk senter, kamera, sepatu menyala, jam tangan) mengandung merkuri atau cadmium, jangan di buang disembarang tempat karena B3 didalamnya dapat meresap ke sumur penduduk.

  1. Penyebab Penyakit

Tempat-tempat penumpukan sampah merupakan lingkungan yang baik bagi hewan penyebar penyakit penyakit misalnya : lalat, nyamuk, tikus, dan bakteri patogen (penyebab penyakit). Adanya hewan-hewan penyebar penyakit tersebut mudah tersebar dan menajalar ke lingkungan sekitar. Penyakit-penyakit itu misalnya kolera, disentri, tipus, diare, dan malaria.

  1. Penyumbatan Saluran Air dan banjir

Sampah jalanan dan rumah tangga sering bertaburan dan jika turun hujan akan terbawa ke got/sungai, akibatnya sungai tersumbat dan timbul banjir. Selanjutnya banjir dapat menyebarkan penyakit, banyak got di musim hujan menjadi mampet karena penduduk membuang sampah disembarang tempat. Kebiasaan membuang sampaj di sungai dihilangkan.

  1. Dampak Sosial Terhadap masyarakat

1. Kerukunan

Permasalahan sampah dapat berkaitan dengan nilai kerukunan, atau sebaliknya justru dapat menambah kerukunan. Orang yang sering membuang sampah di sekitar tempat tinggalnya dan mencemari ligkungan dapat menimbulkan ketidaksenangan tetangganya. Hal yang demikian ini dapat menimbulkan keretakan hubungan antara tetangga. Kondisi yang demikian perlu di ubah agar terjadi hal yang sebaliknya, yakni dapat semakin meningkatkan kerukunan.

Misalnya pada awalnya tetangga yang merasa dirugikan melaporkan kepada RT atau yang berwenang. Selanjutnya ketua RT pejabat memanggil warganya untuk bermusyawarah dan mengadakan penyuluhan kebersihan. Akhirnya perlu diadakan gotong royong melakukan pembersihan lingkungan agar setia warga merasa bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungannya.

2. Kesanggupan

Setiap warga hendaknya memiliki kesanggupan untuk menempatkan sampah pada tempatnya, memisahkan sampah yang terurai dan yang tidak teruai, menjaga kebersihan lingkungannya, dan tidak membuang sampah yang tergolong bahan beracun dan berbahaya (B3) ke sembaranga tempat. Pekerjaan tersebut bukanlah pekerjaan yang sulit dilakukan, juga bukan merupakan pekerjaan yang mustahil untuk dilakukan. Maka yang dipentingkan adalah kesadaran dan kesanggupan.

  1. Dampak Sampah Terhadap Keadaan Sosek Ekonomi

· Pengelolaan sampah yang kurang baik akan membentuk lingkungan yang kurang menyenangkan bagi masyarakat ; bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buuk karena sampah bertebaran dimana-mana.

· Memberikan dampak negative terhadap kepariwisataan.

· Pengelolaan sampah tidak memadai menyebabkan rendahnya tingkat kesehatan masyarakat. Hal penting disini adalah meningkatnya pembiayaan-pembiayaan secara langsung (untuk mengobati orang sakit) dan pembiayaan secara tidak langsung (tidak mau kerja, rendahnya produktivitas)

Sumber : Modul PLH

Pencemaran dan Sampah

Pengertian Pencemaran

Proses ekologi yang sifatnya berputar/berdaur ulang mengharuskan semua sisa atau buangan (output) dari sistem yang satu, segera diproses lebih lanjut oleh sistem lain, kemudian menjadi daya pertumbuhan baru (input) bagi sistem tersebut .
Dengan pertumbuhan seperti ini, kestabilan biosfir secara integral dapat bertahan dan lingkungan tersebut menjadi lestari. Jadi ada semacam mekanisme pengatur diri yang mengatur ; input-output dan seterusnya.
Perubahan-perubahan dalam batas tertentu masih ditolelir, akan tetapi apabila ini dilampaui, maka ekosistem yang seharusnya memproses buangan atau sisa sistem yang lainnya menjadi tidak berdaya bahkan menghalangi pertumbuhan.
Contoh : Sampah organik dalam jumlah terbatas bila dibuang ke atas tanah akan menjadi pupuk bagi pertumbuhan tanaman, akan tetapi bila jumlahnya terlalu banyak, maka hasil pembusukan menjadi bahan yang menurunkan kualitas tanah sehingga tanaman tidak dapat hidup.
Kerusakan proses semacam ini dalam istilah ekologi disebut pencemaran lingkungan. Ledakan penduduk serta pesatnya pertumbuhan industri adalah faktor utama yang mendukung tumbuhnya pencemaran lingkungan. Ledakan penduduk yang berkaitan dengan problema sosial akan membawa tradisi yang merugikan bagi terbinanya lingkungan hidup yang sehat.
Perkembangan teknologi yang sangat erat kaitannya dengan pengembangan industri, membawa pula kerusakan sumber-sumber alam yang berguna bagi kesehatan dan kehidupan manusia. Air, udara, tanah menjadi tercemar, mengandung bakteri dan beracun ataupun tidak dapat lagi menjalankan fungsinya dengan baik. Pada akhirnya kualitas lingkungan menjadi rusak dan manusialah yang rugi. Bila hal ini dibiarkan berlarut-larut, maka pengaturan (diri) dalam alam biosfer menjadi berantakan. Patut diingat pula bahwa gangguan yang diakibatkan oleh pencemaran lingkungan tidak hanya nyata saja, akan tetapi dapat secara perlahan-lahan akhirnya menjadi maut dikemudian hari. 

Pengertian Sampah

Sampah adalah salah satu masalah penyebab tidak seimbangnya lingkungan hidup, yang umumnya terdiri dari komposisi sisa makanan, daun-daun, plastik, kain bekas, karet, tanah dan lain-lain. Bila dibuang dengan cara ditumpuk saja akan menimbulkan bau dan mengeluarkan gas-gas yang berbahaya bagi kesehatan manusia.
Bila dibakar akan menimbulkan pengotoran udara, apalagi bila yang terbakar itu bahan-bahan sintesis seperti karet dan benda sintesis lainnya, yang jenisnya telah banyak muncul akibat perkembangan peradaban.
Selain itu tradisi membuang sampah di sungai dapat mengakibatkan pendangkalan yang demikian cepat, banjir, juga mencemari sumber air permukaan karena pembusukan sampah tersebut. Jadi pada kenyatannya sampah telah mencemari tanah, badan-badan air dan udara dalam kota.
Sampah industri yang kebanyakan mengandung zat-zat beracun akan lebih mengganggu kesehatan masyarakat bila dibuang sembarangan. Jadi harus dibuang di secara  khusus dengan tempat yang khusus pula.
Sampah rumah tangga pembuangan seyogyanya dilakukan secara tertib dengan menyediakan tempat sampah. 
Selain itu untuk sampah organik bisa terlebih dahulu dicincang, disimpan dalam tanah kemudian dipergunakan untuk pupuk tanaman halaman. Sedangkan sampah lain seperti, kertas, plastik, kaleng. dll, sebaiknya tidak dibakar, disimpan dalam bak sampah secara padat dan rapi agar memudahkan petugas mengumpulkan sampah dan mengambilnya.
Di tempat umum pun harus dibiasakan tertib membuang sampah termasuk puntung rokok. Kota bersih dan sehat tergantung dari ketertiban/sikap warganya.

Jenis Sampah

Berdasarkan asalnya, sampah padat dapat digolongkan sebagai :
1.      Sampah organik
2.      Sampah anorganik
3.   Sampah khusus
Sampah organik terdiri dari bahan-bahan penyusun tumbuhan dan hewan yang diambil dari alam atau dihasilkan dari kegiatan pertanian, perikanan atau yang lain. Sampah ini dengan mudah diuraikan dengan proses alami. Sampah rumah tangga sebagian besar merupakan bahan organik, misalnya sampah dari dapur, sisa tepung, sayuran, kulit dan daun.
Sampah anorganik berasal dari sumber daya alam tak terbaharui seperti mineral dan minyak bumi, atau dari proses industri. Beberapa dari bahan ini tidak terdapat di alam seperti plastik dan almunium. Sebagian zat organik secara keseluruhan tidak dapat diuraikan oleh alam, sedang sebagian lainnya dapat diuraikan dalam waktu yang sangat lama. Sampah jenis ini pada rumah tangga, misalnya berupa botol, botol plastik, tas plastik dan kaleng.
Kertas Koran dan karton merupakan pengecualian. Berdasarkan asalnya, kertas Koran termasuk sampah organik. Tetapi karena kertas Koran dan karton dapat di daur ulang seperti sampah anorganik lain (misalnya gelas, kaleng dan plastik), dimasukkan ke dalam kelompok anorganik.
Sampah khusus adalah sampah yang memerlukan penanganan khusus untuk menghindari bahaya yang akan ditimbulkannya. Misalnya sampah rumah sakit merupakan sampah biomedis, seperti sampah dari pembedahan, peralatan (misalnya pisau bedah yang dibuang), botol infus dan sejenisnya, serta obat-obatan (pil, obat bius, vitamin). Semua ini mungkin terkontaminasi oleh bakteri, virus dan sebagian beracun sehingga sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk lainnya.
Baterai umumnya berasal dari sampah rumah tangga, biasanya mengandung logam berat seperti raksa dan kadmium. Logam berat sangat berbahaya bagi kesehatan. Akumulator dengan asam sulfat atau senyawa timbul berpotensi menimbulkan bahaya bagi manusia. Baterai harus diperlakukan sebagai sampah khusus. Jenis sampah khusus lainnya adalah bola lampu, pelarut dan cat, zat-zat kimia pembasmi hama dan penyakit tanaman seperti pestisida, sampah dari kegiatan pertambangan dan eksplorasi minyak serta sampah dari zat-zat yang mudah meledak dalam suhu tinggi. 

Sumber Sampah

Sampah dihasilkan oleh lima sumber utama, yaitu :
1.      Rumah Tangga 
      Sampah domestik yang dihasilkan umumnya berupa sisa makanan, bahan dan peralatan yang sudah tidak terpakai, bahan pembungkus, kertas, plastik, dan sebagainya.
2.   Tempat perdagangan
      Seperti pasar, supermarket, pusat pertokoan, warung atau pasar malam. Sampah komersial yang dihasilkan misalnya, bahan dagangan yang rusak, buah, sayur, kertas, plastik, karton dan sebagainya.
3.   Industri
      Sampah industri yang dihasilkan tergantung dari macam dan jumlah bahan. Industri seringkali membuang sampahnya disekitar pabrik, sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan. Tentu saja yang demikian dapat meresahkan penduduk yang bertempat tinggal disekitarnya.
4.   Perkebunan
      Sampah dari kegiatan pertanian tergolong bahan organik, seperti jerami dan sejenisnya. Sebagian besar sampah yang dihasilkan selama musim panen dibakar atau dimanfaatkan untuk pupuk. Untuk sampah bahan kimia seperti pestisida dan pupuk buatan perlu perlakuan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Sampah pertanian lainnya adalah lembaran plastik penutup tempat tumbuh-tumbuhan yang berfungsi untuk mengurangi penguapan dan penghambat pertumbuhan gulma, namun plastik ini dapat di daur ulang. 
5.   Sisa bangunan dan konstruksi gedung
      Sampah yang berasal dari kegiatan pembangunan dan pemugaran gedung ini bisa berupa bahan organik maupun anorganik, misalnya : kayu, bambu, triplek. Sampah anorganik misalnya : semen, pasir, spesi batu bata, ubin, besi dan baja, kaca dan kaleng. 

Sampah di Alam dan Industri

  1. Sampah di Alam

Secara alami tumbuh-tumbuhan mengatur sendiri keseburan tanah di bawah tempat tumbuhnya. Dedaunan tua yang jatuh ketanah lama kelamaan akan membusuk dan terurai. Setelah mineralnya bebas dan bercampur tanah, mineral ini akan diserap kembali oleh akar tumbuhan. Dengan cara serupa, senyawa karbon dari zat organik akan lepas ke udara dalam bentuk CO2. selanjutnya daun tumbuhan akan menyerap kembali untuk proses fotosintesis. Siklus alami ini adalah suatu proses yang berlangsung terus menerus. Sampah atau limbah hasil metabolisme dari hewan dan tumbuhan juga akan mengalami siklus yang serupa.

  1. Sampah di industri

Di alam semua zat organik dapat di daur ulang, dimana beberapa spesies tertentu mengkonsumsi sampah yang dihasilkan oleh organisme lain. Contohnya Hyena memakan bangkai binatang, jamur menguraikan dedaunan, dan lain-lain. Sebaliknya proses di industri sangat tidak efektif. Orang membuat produk yang secara tidak langsung dapat menghasilkan sejumlah sampah pada setiap tahapan proses di samping produk itu sendiri. Beberapa contoh mengenai produk atau proses sampah yang dihasilkan ;

a. Membuat besi dari biji besi menghasilkan kerak besi sebagai sampah produksi.

b. Kaca dipotong untuk jendela dengan ukuran tertentu menghasilkan sampah potongan kaca.

c. Membuat bingkai jendela dari pelat almunium menghasilkan sampah potongan almunium.

d. Kertas cetak dipotong sesuai ukuran tertentu menghasilkan sampah kertas.

  1. Peredaran Produk dari Industri ke Konsumen

Produk pabrik telah melalui beberapa tahap produksi, dari proses awal hingga pengerjaan akhir, meliputi kontrol mutu dan pengemasan, yang selanjutnya diangkat untuk diperdagangkan, dan terakhir sampah ke konsumen. Pada setiap tahap yang dilalui oleh produk ini bisa timbul sampah. Proses industri ini juga memberikan dampak lain terhadap lingkungan, baik itu mengenai energi, air maupun udara.

Oleh karena alasan ekonomi dan ekologi, industri harus terus menerus mencari jalan untuk meningkatkan efesiensi dan mengurangi sampah yang dihasilkan di pabriknya. Jika mungkin, sampah produksi didaur ulang untuk dimanfaatkan kembali dalam proses produksi (misalnya di pabrik botol dari gelas, pecahan gelas dicairkan lagi), bahan kimia digunakan lagi di dalam suatu proses tertutup.

Hal ini di kenal sebagai teknologi bersih.

  1. Bentuk Pengemasan

Kemasaan menduduki posisi dominan dalam menentukan nilai jual suatu produk. Walaupun fungsi utama dalam kemasan adalah untuk melindungi produk dari kerusakan, tetapi transportasi secara modern dan penyimpanan barang membuat kemasan menjadi lebih penting. Ditambah lagi dengan sikap konsumen yang lebih suka dengan kemasan yang menarik dan berwarna-warni.

Kemasan untuk alasan perlindungan, pengangkutan, penyimpanan dan penjualan dengan bahan misalnya dari karton, kayu, plastik, kertas dan kaleng, disatu sisi merupakan sumber sampah yang besar.

Bentuk pengemasan ini dapat dibagi menjadi dua yaitu :

a. Pengemasan tradisional

Pada masa lampau pembungkus atau kemasan terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat didaur ulang oleh alam, contohnya

1. Daun pisang dipakai untuk membungkus nasi atau jenis makan lainnya.

2. Daun pohon jati digunakan untuk membungkus ikan atau daging.

3. Daun pandan digunakan untuk membungkus makanan tradisional yang terbuat dari gandum ataupun beras, dimana selain mudah dikupas juga wangi baunya.

4. Bambu dan jenis kayu lainnya dapat digunakan untuk mengemas barang-barang yang akan dibawa kepasar atau ke kota.

Kelebihan dari pengemasan tradisional adalah

1. Bahan berasal dari suber daya alam terurai, sehingga mudah tersedia.

2. Kalau dibuang ke alam dapat diuraikan oleh mikroorganisme, bahkan menjadi pupuk mahluk hidup lainnya.

3. Ekonomis dan terjangkau oleh lapisan masyarakat.

Kekurangan dari pengemasan tradisional adalah tidak sempurnanya perlindungan pada produk sehingga tidak terjamin kualitasnya untuk jangka waktu lama maupun keamanan produk selama pengangkutan jarak jauh.

b. Pengemasan modern

Dengan kemajuan teknologi yang serba canggih, kemasan tradisional mulai ditingkatkan. Daun-daun sudah diganti dengan kaleng yang dilapisi dengan timah, kaleng alumunium, plastik, kertas, stirofoam atau kombinasi dari berbagai bahan sintesis. Disamping mempunyai kelebihan, kemasan modern juga mempunyai kekurangan.

Kelebihan pengemasan modern ;

1. Perlindungan sempurna terhadap produk dari sinar matahari, panas, debu atau kotoran, dan lain-lain sehingga sangat hiegienis dan terjaga kualitasnya untuk jangka waktu lama.

2. Dapat dituliskan berbagai informasi mengenai produk, produsen, kode produksi, dan tanggal kadarluarsa.

3. Memudahkan pengangkutan dan penyimpanan.

Kekurangan pengemasan modern :

1. Bahan baku kebanyakan barasal dari sumber daya alam tidak terurai.

2. Untuk memproduksinya memerlukan banyak energi.

3. Biaya mahal, baik selama proses maupun setelah menjadi barang.

4. Digunakan sesaat, kemudian dibuang menjadi sampah.

5. Tidak dapat atau sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme pengurai.

6. Beberapa diantaranya mengandung zat berbahaya dan beracun.
Sumber : Modul PLH

Kamis, 30 Agustus 2007

Pencemaran

Motivasi

Pencemaran lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri sampai ke lingkungan yang lebih luas.

Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai, pencemaran udara perkotaan, kontaminsi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif dan sebagainya.

Untik menyelasaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaiaan pencemaran lingkungan itu sendiri.

Sumber Pencemar

Pencemar datang dari berbagai sumber dan memasuki udara, air dan tanah dengan berbagai cara. Pencemar udara terutama datang dari kendaraan bermotor, industri dan pembakaran sampah. Pencemar udara dapat pula berasal dari aktifitas gunung berapi.

Pencemaran sungai dan air tanah terutama kegiatan domestik, industri dan pertanian. Limbah cair dari kegiatan pertanian terutama berupa nitrat dan fosfat.

Proses Pencemaran

Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah. Proses tidak langsung, yatu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran.

Pencemar ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut) atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem.

Langkah Penyelesaian

Penyelesaian masalah pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian. Langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di lingkungan yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle)

Di bidang industri misalnya dengan mengurabgi jumlah air yang dipakai, mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi keberadaan zat kimia PBT (Persistent, Bioaccumulative, and Toxic) dan berangsur-angsur menggantinya dengan Green Chemistry. Green Chemistry merupakan segala produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya.

Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat rumah atau bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan kegiatan konservasi, penggunaan energi alternatif, penggunaan alat transportasi alternatif dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pengendalian dapat berupa pembuatan standar baku mutu lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim, penipisan lapisan ozon dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua pihak antara satu negara dengan negara lain.

Pencemaran

Pencemaran, menurut SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No. 02/MENKLH/1988, adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam air/udara, dan/atau berubahnya tatanan (komposisi) air/udara oleh kegiatan manuusia dan proses alam, sehingga kualitas air/udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

Untuk mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan. Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yang menetapkan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup, tumbuhan atau benda lainnya.

Pada saat ini, pencemaran terhadap lingkungan berlangsung di mana-mana dengan laju yang sangat cepat. Sekarang ini beban pencemaran dalam lingkungan sudah semakin berat dengan masuknya limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat.

Pencemaran lingkungan dapat diketegorikan menjadi :

1. Pencemaran air

2. Pencemaran udara

3. Pencemaran tanah

Pencemaran Air

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi, dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrient dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan, Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.

Pencemaran Udara

Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan atau merusak prosperti.

Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai pulusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global

Pencemaran Tanah

Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena : kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaaan; kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).

Ketika suatu zat berbahaya/beracun telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air hujan dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaram yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara diatasnya.

Sumber : Modul PLH

Rabu, 29 Agustus 2007

Tahu tidak sih...

Tahu tidak bahwa sampah itu mempunyai masa lapuk yang berbeda-beda. Masa lapuk adalah waktu yang dibutuhkan suatu benda untuk hancur. Nah.. kalau belum tahu ada beberapa jenis benda beserta masa lapuk yang dibutuhkannya.

Jenis benda Masa Lapuk

1. Kertas 2,5 tahun

2. Kulit jeruk 6 bulan

3. Kain 6 bulan sampai 1 tahun

4. Kardus 5 tahun

5. Permen karet 5 tahun

6. Filter rokok 10 – 12 tahun

7. Kayu dicat 10 – 20 tahun

8. Kulit sepatu 25 – 40 tahun

9. Nylon 30 – 40 tahun

10. Plastik 50 – 80 tahun

11. Alumunium 80 – 100 tahun

12. Logam (kaleng) lebih dari 100 tahun

13. Gelas/kaca 1.000.000 tahun

14. Karet ban tidak bisa diperkirakan

15. Styrofoam tidak akan hancur

Setelah membaca tabel diatas, kita pasti berpikir betapa lama waktu yang diperlukan sampah-sampah yang telah kita buang untuk hancur. Kebayangkan kalau tumpukan sampah yang kita buang baru bisa hancur setelah puluhan tahun! Apakah suatu saat nanti anak cucu kita hidup diantara tumpukan sampah???? Oleh karena itu ayo kita kurangi penggunaan produk yang menghasilkan banyak sampah.

Sebenarnya ada beberapa konsep yang tepat saat ini untuk meminimalisasi sampah dengan melakukan 7 R yaitu :

1. Reuse (menggunakan kembali)

2. Reduce (mengurangi)

3. Recycle (mendaur ulang)

4. Recovery (memperbaiki)

5. Replant (menanam kembali)

6. Renew (memperbaharui)

7. Replace (mengganti)

Cara meminimalisasikan sampah rumah tangga sebenarnya sangat sederhana sekali yang paling sulit adalah menumbuhkan kepedulian tentang upaya ini. Masa harus ada bencana dulu baru kita sadar???



Sumber : Nukleus